Senin, 10 Maret 2014

Genre dalam Film

Genre, istilah serapan untuk ragam adalah pembagian suatu bentuk seni atau tutur tertentu menurut kriteria yang sesuai untuk bentuk tersebut. Dalam semua jenis seni, genre adalah suatu kategorisasi tanpa batas-batas yang jelas. Genre terbentuk melalui konvensi, dan banyak karya yang melintasi beberapa genre dengan meminjam dan menggabungkan konvensi-konvensi tersebut. Didalam film, ada beberapa jenis genre, diantaranya :

  1. Action, film yang satu atau beberapa tokohnya terlibat dalam tantangan yang memerlukan kekuatan fisik ataupun kemampuan khusus. Seperti halnya adegan baku tembak, perkelahian, kejar mengejar, ledakan, perang dan lainnya.
  2. Adventure, biasanya berisi cerita seorang tokoh yang melakukan perjalanan, memecahkan teka-teki, atau bergerak dari titik A ke titik B sepanjang film membawa penonton kea lam bebas, terkadang menampilkan bentuk ketegangan/tantangan. Turunan dari genre yaitu, Road Movie.
  3. Comedy, dimana penekanan utama dalam film ini adalah humor, lelucon. 
  4. Dark Comedy, komedi sinis dengan tema mengenai situasi/kondisi yang mestinya serius, tragis, menyangkut hal-hal tabu dan sesuatu yang tidak menyenangkan seperti pembunuhan, pembantaian, perang, dan lain-lain termasuk di dalamnya hal-hal berbau SARA dan caci maki sekalipun. Namun dibalut sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan lucu bagi penonton walaupun bukan lucu dalam arti akan tertawa terbahak-bahak tapi minimal membuat penonton tersenyum kecut.
  5. Documentary, film yang mendokumentasikan/merepresentasikan kenyataan atau fakta (non-fiksi)
  6. Drama, ragam film yang sebagian besar tergantung pada pengembangan mendalam karakter realistis yang berurusan dengan teman emosional. Tema drama seperti alkoholisme, kecanduan obat, perselingkuhan, dilema moral, prasangka rasial, intoleransi agama, seksualitas, kemiskinan, pembagian kelas, kekerasan terhadap perempuan dan korupsi yang menempatkan karakter dalam konflik dengan diri mereka sendiri, orang lain, masyarakat, dan bahkan fenomena alam. Film drama sering dinominasikan untuk penghargaan film.
  7. Dramedy, menggabungkan unsur komedi dan drama, keduanya bersifat humor  dan konten yang diangkat terkadang serius.
  8. Epic, film yang menekankan drama manusia dalam skala besar. Epik lebih ambisius dalam lingkup dari genre film lainnya. Cerita yang diangkat memiliki tema keagungan, kepahlawanan, dll. Cenderung berfokus pada peristiwa yang akan mempengaruhi kehidupan banyak orang, seperti peristiwa bencana, bencana alam, perang, atau pergolakan politik.
  9. Essay, film yang sering menggabungkan pembuatan film dokumenter gaya dan yang lebih berfokus pada evolusi tema atau ide.
  10. Experimental, film yang dibuat dengan tanpa menggunakan kaidah-kaudah pembuatan film pada lazimnya. Tujuan pembuatan film eksperimental biasanya untuk mengadakan eksperimen dan mencari cara-cara pengungkapan baru melalui film.
  11. Fantasy, film yang alur ceritanya di luar nalar manusia. Sesuatu yang tidak mungkin, akan terjadi di film ini. Kelebihannya, film ini akan selalu menyodorkan sesuatu yang membuat decak kagum penonton akan makhluk dan benda-benda yang tidak ada dalam kehidupan nyata.
  12. Film Noir, sebuah istilah sinematik yang digunakan untuk menggambarkan gaya film Hollywood yang menampilkan drama-drama kriminal, khususnya yang menekankan keambiguan moral dan motivasi seksual. Periode film noir klasik Hollywood biasanya dianggap merentang dari awal 1940-an hingga akhir 1950-an. Film noir dari masa ini dihubungkan dengan gaya visual hitam putih dalam pencahayaan yang rendah yang berakar dalam sinematografi ekspresionis Jerman, sementara banyak dari cerita-cerita prototipnya dan sikap noir yang klasik berasal dari aliran fiksi detektif yang muncul di Amerika Serikat pada masa depresi.  
  13. Horror, Film yang berusaha untuk memancing emosi berupa ketakutan dan rasa ngeri dari penontonnya. Alur cerita mereka sering melibatkan tema-tema kematian, supranatural atau penyakit mental. Banyak cerita film horror yang berpusat pada sebuah tokoh antagonis tertentu yang jahat.
  14. Instructional, Film nonfiksi dan video yang dirancang untuk mengajar atau pembelajaran.
  15. Musical, dimana didalam film, lagu dinyanyikan oleh para karakter yang terjalin ke dalam narasi, kadang disertai dengan menari. Lagu-lagu biasanya plot maju atau mengembangkan karakter film tersebut, meskipun dalam beberapa kasus mereka melayani hanya sebagai istirahat dalam alur cerita, seringkali sebagai rumit "angka produksi".
  16. Mistery, film yang menampilkan bentuk ketegangan, aksi menantang, berpacu dengan waktu serta teka-teki dalam plot ceritanya, biasanya diakhir cerita teka-teki/misteri tersebut berhasil dibongkar.
  17. Myth, menceritakan kisah berlatas masa lampau, mengandung penafsiran tentang catatan peristiwa sejarah, alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi. Dianggap sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, dll.
  18. Parody, film yang memelesetkan dari karya asli, cenderung bersifat humor atau komedi.
  19. Romance film, film yang mengisahkan kisah cinta romantis yang memunculkan gairah, emosi dan keterlibatan dari para karakter.
  20.  Satire, film yang menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang, seringkali  menjadi sebuah kritik sosial yang konstruktif, menggunakan kecerdasan sebagai senjata dan sebagai alat untuk menarik perhatian.
  21. Sci-Fi, singkatan dari Science fiction atau fiksi ilmiah. Film ini tidak hanya sekedar menampilkan cerita tanpa dasar keilmuannya, terkadang cerita juga diperkuat dengan ilmu-ilmu sains. Walaupun semua itu cuma berimajinasi.
  22. Sports, film yang meliputi kegiatan olahraga.
  23. Thriller, film yang menampilkan bentuk ketegangan dalam tiap adegan aksi menantang, berpacu dengan waktu, dll. Berbeda dengan misteri, film thriller berakhir dengan jagoan berhasil menggagalkan rencana musuh, mengalahkannya, menyelamatkan dirinya sendiri bahkan orang lain.
  24. Tragedy, Film yang didasarkan pada kisah nyata yang bersifat pada keadaan peristiwa,  kematian atau fenomena alam.
  25. War, film yang memiliki inti cerita dan latar belakanga peperangan.
  26. Western, jenis film yang berkaitan dengan suku di Amerika dan kehidupan pada zaman kebudayaan suku Indian masih ada yang biasanya memiliki tokoh koboi berkuda, sheriff dan aksi khas duel menembak.
  27. Serta masih banyak lagi sub-genre dari genre-genre yang diatas. Bisa cek disini!


hSumber :

  • Wikipedia
  • http://www.anneahira.com/
  • http://www.filmsite.org/
  • http://www.scriptsecrets.net/
  • Kamus Istilah Televisi dan Film
  • Kaskus, dan 
  • Beberapa sumber website lainnya.

(NB : Penulis menggunakan istilah bahasa asing, agar memudahkan dalam pencarian kata dan makna)

1 komentar:

selimut mengatakan...

kalo menurut sy "war" lebih ke subgenre sih, subgenre dari action..