Minggu, 08 Juni 2014

Gabaggibing Kumpilasi

 
Cover Depan CD


Cover Belakang CD

Kompilasi musisi indie Palembang yang menurutku sangat menarik diantara beberapa album kompilasi indie yang pernah ada di Palembang. Terdiri dari 10 musisi ‘keren’ yang terlibat didalamnya, baik secara personal kukenal maupun lagunya, ITU menurutku. Entah apa pendapat kalian setelah mendengarkan ini nanti. Awalnya ingin kutulis review tentang ke-10 musisi dan lagu yang ada di album ini. Tapi, setelah dipikir lagi, biarkanlah jadi tanda tanya buat kalian saja.

01. IL MARE - Hymne (mkp)
02. IMAMORI - Lies O Lies
03. DD - Highway
04. BAYUWE - Matahari Malam
05. KEMAYU - Evening
06. EDISON - Oxymoronic Lullaby
07. LONG - From Father To Alenia
08. O-OM - Kindergarten
09. C54 - Stay
10. PASS THE PAST - Moment





Produced by Gabaggibing
Mixed and Mastered by David Hersya @ Castranada
(Except track 10 by Panji Mustaqiem)
Artwork and design by Ricky Zulman @ Oncomm.
Published by Gabaggibing and OVM Studio
2010 Gabaggibing

© Gabaggibing
This label copy information is the subject of copyright protection
All rights reserved unauthorized copying, hiring, lending, public performance and broadcasting of this recording prohibited.
Printed in Indonesia




Senin, 10 Maret 2014

Genre dalam Film

Genre, istilah serapan untuk ragam adalah pembagian suatu bentuk seni atau tutur tertentu menurut kriteria yang sesuai untuk bentuk tersebut. Dalam semua jenis seni, genre adalah suatu kategorisasi tanpa batas-batas yang jelas. Genre terbentuk melalui konvensi, dan banyak karya yang melintasi beberapa genre dengan meminjam dan menggabungkan konvensi-konvensi tersebut. Didalam film, ada beberapa jenis genre, diantaranya :

  1. Action, film yang satu atau beberapa tokohnya terlibat dalam tantangan yang memerlukan kekuatan fisik ataupun kemampuan khusus. Seperti halnya adegan baku tembak, perkelahian, kejar mengejar, ledakan, perang dan lainnya.
  2. Adventure, biasanya berisi cerita seorang tokoh yang melakukan perjalanan, memecahkan teka-teki, atau bergerak dari titik A ke titik B sepanjang film membawa penonton kea lam bebas, terkadang menampilkan bentuk ketegangan/tantangan. Turunan dari genre yaitu, Road Movie.
  3. Comedy, dimana penekanan utama dalam film ini adalah humor, lelucon. 
  4. Dark Comedy, komedi sinis dengan tema mengenai situasi/kondisi yang mestinya serius, tragis, menyangkut hal-hal tabu dan sesuatu yang tidak menyenangkan seperti pembunuhan, pembantaian, perang, dan lain-lain termasuk di dalamnya hal-hal berbau SARA dan caci maki sekalipun. Namun dibalut sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan lucu bagi penonton walaupun bukan lucu dalam arti akan tertawa terbahak-bahak tapi minimal membuat penonton tersenyum kecut.
  5. Documentary, film yang mendokumentasikan/merepresentasikan kenyataan atau fakta (non-fiksi)
  6. Drama, ragam film yang sebagian besar tergantung pada pengembangan mendalam karakter realistis yang berurusan dengan teman emosional. Tema drama seperti alkoholisme, kecanduan obat, perselingkuhan, dilema moral, prasangka rasial, intoleransi agama, seksualitas, kemiskinan, pembagian kelas, kekerasan terhadap perempuan dan korupsi yang menempatkan karakter dalam konflik dengan diri mereka sendiri, orang lain, masyarakat, dan bahkan fenomena alam. Film drama sering dinominasikan untuk penghargaan film.
  7. Dramedy, menggabungkan unsur komedi dan drama, keduanya bersifat humor  dan konten yang diangkat terkadang serius.
  8. Epic, film yang menekankan drama manusia dalam skala besar. Epik lebih ambisius dalam lingkup dari genre film lainnya. Cerita yang diangkat memiliki tema keagungan, kepahlawanan, dll. Cenderung berfokus pada peristiwa yang akan mempengaruhi kehidupan banyak orang, seperti peristiwa bencana, bencana alam, perang, atau pergolakan politik.
  9. Essay, film yang sering menggabungkan pembuatan film dokumenter gaya dan yang lebih berfokus pada evolusi tema atau ide.
  10. Experimental, film yang dibuat dengan tanpa menggunakan kaidah-kaudah pembuatan film pada lazimnya. Tujuan pembuatan film eksperimental biasanya untuk mengadakan eksperimen dan mencari cara-cara pengungkapan baru melalui film.
  11. Fantasy, film yang alur ceritanya di luar nalar manusia. Sesuatu yang tidak mungkin, akan terjadi di film ini. Kelebihannya, film ini akan selalu menyodorkan sesuatu yang membuat decak kagum penonton akan makhluk dan benda-benda yang tidak ada dalam kehidupan nyata.
  12. Film Noir, sebuah istilah sinematik yang digunakan untuk menggambarkan gaya film Hollywood yang menampilkan drama-drama kriminal, khususnya yang menekankan keambiguan moral dan motivasi seksual. Periode film noir klasik Hollywood biasanya dianggap merentang dari awal 1940-an hingga akhir 1950-an. Film noir dari masa ini dihubungkan dengan gaya visual hitam putih dalam pencahayaan yang rendah yang berakar dalam sinematografi ekspresionis Jerman, sementara banyak dari cerita-cerita prototipnya dan sikap noir yang klasik berasal dari aliran fiksi detektif yang muncul di Amerika Serikat pada masa depresi.  
  13. Horror, Film yang berusaha untuk memancing emosi berupa ketakutan dan rasa ngeri dari penontonnya. Alur cerita mereka sering melibatkan tema-tema kematian, supranatural atau penyakit mental. Banyak cerita film horror yang berpusat pada sebuah tokoh antagonis tertentu yang jahat.
  14. Instructional, Film nonfiksi dan video yang dirancang untuk mengajar atau pembelajaran.
  15. Musical, dimana didalam film, lagu dinyanyikan oleh para karakter yang terjalin ke dalam narasi, kadang disertai dengan menari. Lagu-lagu biasanya plot maju atau mengembangkan karakter film tersebut, meskipun dalam beberapa kasus mereka melayani hanya sebagai istirahat dalam alur cerita, seringkali sebagai rumit "angka produksi".
  16. Mistery, film yang menampilkan bentuk ketegangan, aksi menantang, berpacu dengan waktu serta teka-teki dalam plot ceritanya, biasanya diakhir cerita teka-teki/misteri tersebut berhasil dibongkar.
  17. Myth, menceritakan kisah berlatas masa lampau, mengandung penafsiran tentang catatan peristiwa sejarah, alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi. Dianggap sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, dll.
  18. Parody, film yang memelesetkan dari karya asli, cenderung bersifat humor atau komedi.
  19. Romance film, film yang mengisahkan kisah cinta romantis yang memunculkan gairah, emosi dan keterlibatan dari para karakter.
  20.  Satire, film yang menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang, seringkali  menjadi sebuah kritik sosial yang konstruktif, menggunakan kecerdasan sebagai senjata dan sebagai alat untuk menarik perhatian.
  21. Sci-Fi, singkatan dari Science fiction atau fiksi ilmiah. Film ini tidak hanya sekedar menampilkan cerita tanpa dasar keilmuannya, terkadang cerita juga diperkuat dengan ilmu-ilmu sains. Walaupun semua itu cuma berimajinasi.
  22. Sports, film yang meliputi kegiatan olahraga.
  23. Thriller, film yang menampilkan bentuk ketegangan dalam tiap adegan aksi menantang, berpacu dengan waktu, dll. Berbeda dengan misteri, film thriller berakhir dengan jagoan berhasil menggagalkan rencana musuh, mengalahkannya, menyelamatkan dirinya sendiri bahkan orang lain.
  24. Tragedy, Film yang didasarkan pada kisah nyata yang bersifat pada keadaan peristiwa,  kematian atau fenomena alam.
  25. War, film yang memiliki inti cerita dan latar belakanga peperangan.
  26. Western, jenis film yang berkaitan dengan suku di Amerika dan kehidupan pada zaman kebudayaan suku Indian masih ada yang biasanya memiliki tokoh koboi berkuda, sheriff dan aksi khas duel menembak.
  27. Serta masih banyak lagi sub-genre dari genre-genre yang diatas. Bisa cek disini!


hSumber :

  • Wikipedia
  • http://www.anneahira.com/
  • http://www.filmsite.org/
  • http://www.scriptsecrets.net/
  • Kamus Istilah Televisi dan Film
  • Kaskus, dan 
  • Beberapa sumber website lainnya.

(NB : Penulis menggunakan istilah bahasa asing, agar memudahkan dalam pencarian kata dan makna)

Jumat, 07 Februari 2014

Selayang Pandang Ya Saman

Nyelek gelumbang perahu bidar di sungi musi
janganla lupo meli telok abang
cantek rupo penyabar dan baek ati
adek manis brambot panjang di koncet kepang
lika liku banyu batang hari sembilan
mengaler bermuaro ke sungi musi jugo
elok la ku ngai si rupo cindo menawan
muat kakak siang tekenang malem tejago
pulau kemaro mela sungi musi ke sungsang
nak ke pusri laju tesasar ke kalidoni
badan saro pekeran resah ati teguncang
ngarep ke adek kalu be galak jadi bini

ay ya ya ya , ya saman
pecaknyo mudah tapi saro nian
ay ya ya ya , ya saman
nyari bini yang bener bener setolok'an
ay ya ya ya , ya saman
pecaknyo mudah tapi saro nian
ay ya ya ya , ya saman 
nyari bini yang bener bener setolok'an
ay ya ya ya , ya saman
ya saman ya saman yaa saman

Siapa yang tidak kenal dengan lirik lagu diatas. Lagu dengan lirik berbahasa Palembang ini begitu kental ditelinga orang Palembang. Acara pernikahan, syukuran, lagu ini kerap dinyanyikan oleh masyarakat. Bahkan lagu ini sempat dinyanyikan oleh Band Armada saat Penutupan Sea Games ke-26 di Kota Palembang. Sedikit disayangkan, Band ini menyanyikan lagu tersebut di Penutupan Sea Games tanpa izin dari pencipta lagu tersebut. Yah tapi waktu telah berlalu. 

Berawal dari pertemuan malam itu, selepas latihan bersama antara Semakbelukar dan Kamsul A.Harla. Aku menyempatkan untuk wawancara santai bersama beliau mengenai lagu Ya Saman yang begitu terkenal di Palembang. Berikut rangkuman obrolan mengenai asal muasal lagu Ya Saman.

Di Palembang, kata Ya Saman itu sendiri diucapkan untuk hal-hal yang menakjubkan. Misalnya untuk hal yang positif, “Ya saman, alangkah cantiknya cewek itu”. Atau hal yang negatif, “ Ya Saman, nakal nian budak ini”. Jadi tergantung intonasi pengucapan juga. Ucapan Ya Saman memiliki akar sejarah Islam di Palembang. Ucapan ini sering diucapkan oleh para pengikut Tarekat Samaniyah yang ada di Palembang dan hingga sekarang Tarekat itu masih ada di Palembang. Dinamai Samaniyah, merujuk pada pendirinya Syekh M.Saman, Ulama Madinah. Salah satu murid Tarekat ini, Syekh Abdul Samad membawa ajaran ini ke Palembang pada masa Kesultanan Mahmud Bahdarudin II. Kata ini sering diucapkan untuk sesuatu yang luarbiasa. Karena Tarekat ini berkembang di Palembang pada masa itu, kemudian diikutilah pengucapan kata “Ya Saman” oleh masyarakat setempat yang bukan pengikut Tarekat. Hingga akhirnya menjadi istilah umum yang digunakan masyarakat Palembang terutama tahun 1990 kebawah. Karena mempunyai akar sejarah yang bagus, maka Kamsul A.Harla mengabadikannya dalam syair lagu. Sedikit disesalkan oleh beliau, lagu ini agak slengek’an dan tercipta tanpa tahu akar sejarah yang menyangkut ulama pembawa ajaran ini. Mungkin saja kalau tahu akar sejarah sebelumnya lagu ini tidak akan seperti sekarang. 
Foto diambil dari Facebook 
Kamsul A.Harla, merupakan seorang seniman asli asal Kota Palembang, yang sempat hijrah ke Kota Jakarta pada tahun 1989 hingga tahun 2005. Sebagai seorang seniman, seluruh cabang seni pernah ditekuninya, menjadi aktor teater, pembantu sutradara, hingga pernah menjadi sutradara. Sementara bakat musik saat itu masih seadanya. Dan dari dulu beliau memang sering menciptakan lagu. Kalau dikumpulkan ada sekitar 60 -70 lagu. Awal mula lagu Ya Saman ini tercipta yaitu,  setelah lama di Kota Jakarta, pada tahun 2005 beliau berencana pulang ke Palembang bermaksud silaturahmi kembali dengan keluarga dan teman-teman seniman Palembang. Di Palembang bertemu jodoh dan bertemu kembali dengan teman-teman seniman Palembang dari tahun 1981. Dan akhirnya juga diajak teman-teman seniman Palembang terlibat dalam Kepengurusan Dewan Kesenian Palembang dan dipercaya menjadi Ketua Komite Film, dikarenakan dulu pernah memproduksi sebuah film di Jakarta. Di tahun yang sama, 2005, Beliau berkesempatan menyutradai sebuah seni pertunjukan teater,musik di Palembang. Disitulah lagu Ya Saman tercipta. Karena sudah jarang sekali anak muda Palembang terdengar pengucapan Ya Saman. Akhirnya lagu ini dimasukkan dalam pergelaran tersebut yang ditampilkan dalam Acara Festival Sriwijaya. Beberapa bulan kemudian, lagu ini akhirnya direkam dan didanai oleh Bank Sumsel untuk masuk dalam kompilasi lagu-lagu Palembang. Dalam kompilasi ini, lagu Ya Saman menjadi lagu paling bawah dalam list kompilasi. Serta dikarenakan kiprah beliau (Kamsul A.Harla) di Palembang telah lama hilang, produser menginginkan Zoel yang menjadi penyanyi dalam Lagu Ya Saman ini. Awalnya lagu ini dianggap sepele, tapi beliau optimis yakin lagu ini yang bakal menjadi hits. Dan benar saja, dalam kompilasi tersebut, lagu Ya Saman lah yang menjadi hits hingga akhirnya setahun kemudian lagu tersebut dimasukkan kembali dalam kompilasi lagu untuk Souvenir Visit Musi 2008. Di produksi ulang dan disempurnakan lagi dengan arransemen yang lebih bagus. Dan tetap lagu ini dianggap lagu yang tidak hits dalam album ini. Tapi tetap saja akhirnya lagu ini meledak dan yang menjadi hits. Dua album kompilasi yang dibuat memang bukan untuk dikomersilkan tapi hanya untuk jadi souvenir dan dicetak oleh Pemda sebanyak 10.000 CD dan lagu Ya Saman di dua album inilah yang banyak beredar dimasyarakat sekarang. Adapun sekarang versi yang terbaru merupakan pengembangan dengan Irama Salsa dan termasuk dalam mini album Souvenir Bank Sumsel bersama lagu Sunrise on Musi River. Dan sudah ada klip sederhananya di media Youtube. Untuk versi pertama lagu Ya Saman itu sendiri, tidak sempat terekam dan data lagunya telah hilang. 

Lagu Ya Saman : Klik disini!


Facebook : Kamsul Arifuddin Harla



( Sumber : wawancara santai yang direkam melalui media mobile smartphone)